Syafri Salmi, S.Pd.I
Tulisan ini muncul ketika ada postingan dari salah satu anggota group yang sama di whatshap. Setelah dibaca, ternyata tulisan ini sangat menggugah sekali, berkisah mmengenai membudayakan pendidikan yang beradab, terutama dalam lingkungan sekolah. ditulis oleh seseorang yang bernama Irfan Amale, dan juga tulisan tersebut sudah pernah juga diposting di situs kompasiana .com.
Dalam tulisan ini berkisah , ketika itu beliau terlibat membantu program Teaching Respect for All UNESCO. kemudian juga beliau membantu sejumlah sekolah agar menjadi sekolah welas asih (compassionte school).
Dari dua hal di atas yang membawa beliau bertemu dengan sejumlah sekolah, pendidik, hingga aktivis revolusioner dalam menciptakan pendidikan alternatif. Sehingga di benak belaiu ada satu pertanyaan, “ sudah se-compassionate apa sekolah kita? Sejauh mana sekolah menumbuhkan sikap respect pada siswa dan guru, serta semua unsur di lingkungan sekolah? Karena compassion (welas asih) dan respect (sikap hormat dan emphati) adalah bagian dari adab (akhlak). Maka pertanyaannya bisa sedikit diubah dan terdengar kasar: sudah seber-adab apakah sekolah kita?.
Kemudian salah seorang dari rekannya melakukan sebuah experimen yang menarik. Dia berkunjung ke Sekolah Ciputra, sekolah millik pengusaha Ciputra yang menekankan pada karakter, leadership dan entrepreneurship, serta memberi pengharagaan pada keragaman agama dan budaya.
Pada kunjungan pertama rekannya datang dengan baju necis menggunakan mobil pribadi. Sampainya didepan gerbang sekolah yang dituju, Satpam langsung menyambut hangat, "Selamat datang, ada yang bisa saya bantu?" Rekannya tersebut menjawab bahwa dia ingin bertemu dengan kepala sekolah, tetapi dia belum buat janji. Dengan sopan satpam berkata, "Baik, saya akan telepon pak kepala sekolah untuk memastikan apakah bisa ditemui, bapak silakan duduk, mau minum kopi atau teh?" Pelayanan yang begitu mengesankan.
Detail Buku
Oleh
Rilis        : 2011
Halaman : 160
Penerbit   : Erlangga
Bahasa     : Indonesia
 
Harga       : Rp. 50.000
 
Buku ini berisi 100 ide praktis yang dibuat oleh penulis untuk membantu para orang tua dan guru dalam rangka membimbing anak-anak dan murid mereka yang memiliki ADHD. Dengan 100 ide tersebut, orang tua dan para guru diajak untuk lebih dahulu memahami seluk beluk kondisi ADHD dan melihat kondisi si anak. Jika sudah mengetahui dasar kondisi ini, maka kita akan lebih mudah menggiring anak-anak untuk menjalani hari-hari dengan lebih baik dan lebih bermakna, terutama untuk hari-hari di sekolah.
 
Pemesanan : 
082173172824
 
53EBCD0D
 
 
 
 
 
 
 
 




Mengutip dari situs infoindonesia, bahwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatra Barat (Sumbar), menegaskan tidak ada tradisi balimau menyambut Ramadhan dalam syariat Islam. "Tradisi balimau itu bukan bagian dari syariat ataupun tata cara menyambut Ramadhan," kata Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazhar di Padang, Jumat (27/5).

Ia menyampaikan Ramadhan memang disambut dengan kegembiraan, namun jangan sampai melanggar syariat dalam mengekspresikannya. "Apalagi dengan mandi-mandi dan membuka aurat. Ini tidak sesuai adat ataupun syarak, malah berdampak negatif terutama generasi muda," jelasnya.

Assalamu’alaikum sahabat creative, tidak beberapa lama lagi kita akan memasuki bulan ramadhan ya, tentu salah satu rutinitas yang tetap dijalankan adalah memasak. Terlebih ramadhan tentu menu yang disajikan dalam berbuka puasa juga lebih bervariasi.
Nah sahabat creative ini ada tips bagi kita semua, berkreasi dengan menu makanan yang bisa dijadikan salah satu refrensi dalam menentukan menu Ramadhannya ya. Berkreasi dengan telur, nah sahabat creative, telur selain harganya yang terjangkau, mudah dicari, mudah diolah, telur juga menjadi salah satu makanan dengan kandungan protein yang bisa kamu andalkan untuk mencukupi kebutuhan gizi serta kalori sehari-hari. Pantaskan, kalau telur bahan makanan favorit yang selalu tersedia di rumah. Apalagi saat bulan puasa nanti, telur bisa jadi penyelamat saat kamu telat bangun sahur dan bingung mau makan pakai apa. Telur tinggal ceplok atau dadar, nggak ada 5 menit juga sudah jadi dan bisa dilahap.
Payakumbuh - Pesantren Terpadu Insan Cendekia Payakumbuh Sumatera Barat mewisudah ratusan siswa /i nya.
Wisudah Akbar ini dilaksanakan Minggu 22/05 Kemarin yang bertempat di gedung serba guna Politani Tanjung Pati, Kab. 50 Kota, Sumatera Barat.
Wisudah kali ini di ikuti 23 Orang Siswa SMA - IT Insan Cendekia angkatan pertama, 200 Orang Siswa / i SMP Angkatan ke Empat, sekaligus juga dilaksanakan wisudah tahfizul Qur'an bagi siswa kelas tujuh dan delapan.
Rasa syukur yang tak terhingga dari pimpinan Pesantren Terpadu Insan Cendekia Payakumbuh Ust.H.Ahmad Maududi, Lc,MA beserta jajaran seluruh civitas akademika Insan Cendekia Payakumbuh.
Copyright © 2013 Kreatifitas Menulis